Di zaman modern seperti ini, sepertinya tidak ada yang tidak mengetahui kata ‘globalisasi’, bahkan kata itu sangat terkenal di seluruh masyarakat, termasuk para pelajar, generasi muda bangsa ini. Seperti yang kita ketahui, bahwa globalisasi membawa dampak positif dan negatif bagi bangsa, terutama generasi muda.
Pengertian globalisasi sendiri merupakan proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Globalisasi sendiri dapat membawa pengaruh positiif kepada bangsa apabila diserap dengan benar dan akan berdampak negatif kepada bangsa apabila dipergunakan dengan tujuan yang salah.
Namun sayangnya, banyak para pemuda yang salah mengartikan dampak globalisasi sendiri, pemuda sekarang cenderung lebih menyerap dampak negatif dari globalisasi. Banyak dampak negatif dari pengaruh globalisasi yang menyerap pada diri generasi muda bangsa ini. Pengaruh pakaian ala budaya barat contohnya, tidak sedikit remaja perempuan sekarang yang berpakaian terbuka di depan umum, contoh lain adalah banyak perilaku-perilaku buruk ala budaya barat yang ditiru oleh para generasi muda seperti bersifat tidak sopan kepada orang tua dan guru, banyak anak muda di belahan bumi barat yang memanggil orang tua mereka dengan nama ibu dan bapaknya langsung tanpa ada embel-embel Bu atau Pak, perilaku seperti ini sangat tidak sopan apabila diterapkan di Indonesia. Di sisi lain dampak negatif globalisasi yang diserap oleh masyarakat sebenarnya bertentangan dengan Pancasila dan tentu akan memecah belah persatuan bangsa.
Jadi, kesimpulannya adalah sebagai generasi muda yang baik, sudah seharusnya kita mempertimbangkan dampak globalisasi baik dampak positif dan negatif.